Tuesday, December 18, 2018

Dan Manusia-Manusia Itu Begitu Egois

Mochamad Nizwar Syafuan
Mengapa manusia itu begitu egois, tak pernah mengalah, selalu mencari simpati padahal ia tau bahwa aku bukanlah bagian dari urusannya, bukanlah salah satu penyebab masalahnya, mengapa mereka selalu menitik bebankan kepadaku, dan ini kutulis sebuah kisah tentang kehidupanku Bersama orang-orang yang entahlah, harus ku sebut apa.

Pertama, kau harus mengerti, Aku adalah orang yang memegang janji, aku tak begitu suka sesuatu yang bertele-tele, aku cinta kebebasan, aku cinta kebersamaan, aku adalah orang yang tidak pernah mereka sebut dalam kata-kata, aku adalah orang gila, aku adalah pecundang, aku adalah orang yang tidak beruntung, terserahlah…. Apapun boleh kau sebut aku dalam kisah ini.

Ada sesuatu yang kulihat belakangan ini, orang-orang bertingkah aneh… mereka selalu menghadirkan aku diantara masalah mereka, seakan mereka yang ingin menggapai, kepalaku jadi pijakan, dan bodohnya aku mau menjadi bagian dari masalah itu.

Sebetulnya dari dulu aku tidak mampu berkata “Tidak”, sesuatu yang aku sendiri benci jika itu diarahkan kepadaku, aku selalu lihai menyembunyikan kepentingan ku yang kerap kali aku tinggalkan untuk hadir diantara mereka, dan merekapun lihai memintaku untuk menghentikannya.
Sudah banyak yang aku korbankan untuk sesuatu yang tidak ada artinya, sesuatu yang aku tidak mendapatkan sedikitpun manfaatnya selain rasa “Lelah”, ya.. rasa itulah yang saat ini aku rasakan hingga kutuliskan semua kebodohan ini. Lagipula apa yang bisa aku harapkan dari mereka?.
Mochamad Nizwar Syafuan
Banyak sekali pertanyaan yang melayang diotak ku, “Mengapa mereka tidak sedikitpun merasa sungkan?” “mengapa mereka tidak pernah berpikir bahwa aku punya kesibukan?” “Mengapa mereka berpikir aku tak bisa merasa lelah?” “Mengapa mereka sampai hati meninggalkan kewajiban mereka dan memberinya kepadaku?” “Mereka yang butuh aku? Kenapa aku yang harus mendatanginya” “Mengapa aku harus serepot ini untuk sebuah omong kosong?” “mengapa aku mau?” dan ribuan pertanyaan yang tak mungkin aku dapat jawabannya.

Satu-satunya yang aku pikirkan saat membantu mereka hanyalah membebaskan mereka dari perbudakan, sebuah sistem yang memaksa mereka menjadi orang lain, padahal itulah yang membuat aku memperbudak diri sendiri.

Bingung, apa aku harus berjuang untuk mereka? Atau berjuang untuk diriku sendiri dan menggapai semua mimpil? Menurutmu bagaimana? 

Itu pertanyaan bodoh bukan? Ya mungkin kau saat ini sedang berpikir “Lah bego amat, ngurusin idup orang lain, padahal dia sendiri susah”, iya itu juga yang mereka sering katakan ke saya, namun bedanya, selang beberapa lama ia mengatakan itu, ia menjadi bagian dari mereka, jadi bagaimana?.

Berjuang untuk mereka? Hmmm.... Apa mereka punya tujuan? Maksudku dengan kelakuan mereka yang tidak bertanggung jawab atas kewajibannya, hmm aku tak mengerti akhir seperti apa yang ingin mereka dapatkan?

Berjuang untuk diri sendiri? Hmmm.... Dimana aku harus mulai? Lagipula aku tak bisa mengabaikan mereka begitu saja... apalagi dengan prinsipku,Selalu Memegang Janji!
Mochamad Nizwar Syafuan
Lalu apa mauku?, mauku hanya 1, jika kau merasa bagian dari tulisan bodoh ini... mohon bantu aku untuk menjadi apa yang aku mau, bantu aku mencapai apa yang aku butuh... bagaimana? “BERHENTILAH JADI BENALU!”.
Bagikan Ke Temen-Temen mu!

Related

0Komentar